Isomeri Struktur Senyawa Hidrokarbon
dan
Sistim Nomenklatur
A . Sistim
nomenklatur
Penamaan unsur telah jauh sebelum
adanya teori atom suatu zat, meski pada waktu itu belum diketahui mana yang
merupakan unsur, dan mana yang merupakan senyawa. Ketika teori atom berkembang,
nama-nama unsur yang telah digunakan pada masa lampau tetap dipakai. Misalnya,
unsur “cuprum” dalam Bahasa Inggris dikenal dengan copper, dan dalam Bahasa
Indonesia dikenal dengan istilah tembaga. Contoh lain, dalam Bahasa Jerman
“Wasserstoff” berarti “hidrogen”, dan “Sauerstoff” berarti “oksigen”.
Nama resmi dari unsur kimia
ditentukan oleh organisasi IUPAC. Menurut IUPAC, nama unsur tidak diawali
dengan huruf kapital, kecuali berada di awal kalimat. Dalam paruh akhir abad
ke-20, banyak laboratorium mampu menciptakan unsur baru yang memiliki tingkat
peluruhan cukup tinggi untuk dijual atau disimpan. Nama-nama unsur baru ini
ditetapkan pula oleh IUPAC, dan umumnya mengadopsi nama yang dipilih oleh
penemu unsur tersebut. Hal ini dapat menimbulkan kontroversi grup riset mana
yang asli menemukan unsur tersebut, dan penundaan penamaan unsur dalam waktu
yang lama .
Pada senyawa hidrokarbon sistem
nomenklatur (tata mana IUPAC) terbagi menjadi 4 bagian:
1 . Sufix (awal), rantai terpanjang ikatan karbon (C)
2 . Parent (induk)
3 . Locant (jenis cabang)
4 . Prefix (Cabang)
1 . Sufix (awal), rantai terpanjang ikatan karbon (C)
2 . Parent (induk)
3 . Locant (jenis cabang)
4 . Prefix (Cabang)
penamaan alkana bercabang dapat
dilakukan dengan mengikuti tiga langkah berikut:
1. Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabangterbanyak.
2. Penomoran, dimulai dari salah satu ujung, sehingga cabang mendapat nomor terkecil.
3. Penulisan nama, dimulai dengan nama cabang (cabang-cabang) sesuai dengan urutan abjad, kemudian diakhiri dengan nama rantai induk. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Antara angka dengan angka dipisahkan dengan tanta koma(,), sedangkan antara angka dengan huruf dipisahkan tanda jeda (-) .
1. Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabangterbanyak.
2. Penomoran, dimulai dari salah satu ujung, sehingga cabang mendapat nomor terkecil.
3. Penulisan nama, dimulai dengan nama cabang (cabang-cabang) sesuai dengan urutan abjad, kemudian diakhiri dengan nama rantai induk. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Antara angka dengan angka dipisahkan dengan tanta koma(,), sedangkan antara angka dengan huruf dipisahkan tanda jeda (-) .
B . Isomer
struktural
a. Isomer rangka adalah
senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi kerangkanya berbeda.
Contoh pada alkana, alkena, dan alkuna.
1) Pentana (C5H12).
CH3-CH2– CH2-CH2-CH3 n-pentana
CH3-CH- CH2-CH3 2-metilbutana
|
CH3
Pada alkena dan alkuna, letak ikatan rangkapnya sama tetapi
bentuk kerangka bangunnya berbeda
Contoh :
1)
Alkuna C6H10
coba beri nama ke
empat isomer tersebut
2) Pentena (C5H10)
CH2 = CH-CH2-CH2– CH2-CH3 1-heksena
CH2 = CH-CH-CH2-CH3 3-metil-1-pentena
|
CH3
CH2 = C-CH2– CH2-CH3
2-metil-1-
pentena
|
CH3
b) . Isomer posisi adalah
senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi posisi gugus fungsinya
berbeda.
Contoh pada alkena dan alkuna.
1) Alkuna dianggap mempunyai gugus fungsi , isomer dimana letak gugus
fungsinya berbeda.
Contoh di atas : 1 heksuna berisomer posisi dengan 2-heksuna
4-metil-1-pentuna berisomer posisi 4-metil-2-pentuna
1-heksuna berisomer rangka dengan 4-metil-1-pentuna
2) Heksena (C6H12)
CH2= CH – CH2 – CH2 – CH2 -CH3 1-heksena
CH2– CH= CH2 – CH2 – CH2 -CH3
2-heksena
3) Butuna (C4H6)
CH C-CH2-CH3
1-butuna
CH3-C C-CH3 2-butuna
c) . Isomer geometri adalah
senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur ruangnya
berbeda.
Contoh pada alkena mempunyai 2 isomer geometri yaitu cis dan
trans.
Syarat utama adanya isomer cis-trans adalah adanya ikatan
rangkap 2 atom C (C = C), yang
tiap-tiap atom C pada ikatan rangkap itu mengikat atom atau gugus atom yang
berbeda.
Perhatikan 2 senyawa berikut :
CH2=CH-CH3 bila
digambarkan sebagai berikut :
Coba perhatikan C
sebelah kiri, atom C tersebut mengikat 2 atom yang sama yaitu atom H, sedang C
sebelah kiri mengikat 2 gugus atom berbeda yaitu H dan CH3.
Perhatikan 2-
butena CH3-CH=CH-CH3, bila digambarkan sebagai berikut :
C sebelah kiri, atom C tersebut mengikat 2 gugus atom yang
berbeda yaitu atom H dan gugus –CH3,begitu juga C sebelah kiri mengikat 2 gugus
atom berbeda yaitu H dan CH3. Jadi :
– 1-propena
(CH2=CH-CH3) tidak mempunyai isomer cis-trans
Saved
– 2-butena
CH3-CH=CH-CH3 mempunyai isomer cis-trans.
Isomer cis-trans
terjadi bila tiap-tiap atom C yang berikatan rangkap
mengikat gugus
atom berbeda.
Keisomeran geometri menghasilkan 2 bentuk isomer yaitu :bentuk cis (jika gugus-gugus sejenis
terletak pada sisi yang sama) dan bentuk trans (jika gugus-gugus sejenis
terletak berseberangan).
Jadi 2-butena CH3-CH=CH-CH3 mempunyai isomer cis trans sbb :
Jadi 2-butena CH3-CH=CH-CH3 mempunyai isomer cis trans sbb :
C . Isomer
pada Alkana
Isomer adalah peristiwa di mana
suatu senyawa karbon mempunyai rumus
molekul sama tetapi struktur berbeda. Contoh : Senyawa dengan rumus molekul
C4H10 mempunyai dua struktur yang berbeda, yaitu:
Atau jika diungkapkan dalam
bentuk model molekul
Perbedaan antara senyawa n-butana (baca: normal butana)
dengan metil propana adalah pada kerangka rantai karbonnya. Rantai n-butana
tidak bercabang, sedangkan metil propana rantainya bercabang pada atom C-2.
Perbedaan struktur kedua senyawa tersebut mengakibatkan kedua sifat, di mana
titik didih n-butana adalah -0,4oC sedangkan titik didih metil propana adalah
-11,6oC.
Semakin banyak jumlah atom karbon penyusun alkana, semakin
banyak jumlah isomer alkana -nya.
Tabel: Jumlah isomer
alkana dari beberapa senyawa
Jumlah atom C : 4
5 6 7 8 9
10 15 20
Rumus molekul: C4H10
C5H12 C6H14
C7H16 C8H18
C9H20 C10H22
C15H32 C20H42
Jumlah isomer : 2
3 5 9 18 35
75 4.347 366.319
materi yang anda sampaikan sudah lengkap dan menarik, hanya saja pada tabel bagian akhirnya akan lebih baik jika di buat tabel dengan garis yang jelas agar tabel dapat dibaca dan mudah dipahami. terima kasih
BalasHapusmenurut anda, apa perbedaan yang sangat menonjol pada isomer cis dan trans?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDapatkah anda menjelaskan secara rinci bagian dari sistem nomenklatur?
BalasHapus