SUBSTITUEN
DALAM SENYAWA AROMATIK
Benzena merupakan suatu anggota
dari kelompok besar senyawa aromatik, yakni senyawa yang cukup distabilkan oleh
delokalisasi elektron-pi. Energi resonansi suatu senyawa aromatik merupakan
uluran diperolehnya kestabilan.
Cara paling mudah untuk
menentukan apakah suatu senyawa itu aromatik ialah dengan menentukan posisi
absorpsi dalam mspektrum nomor oleh proton yang terikat pada atom-atom cincin.
Proton yang terikat ke arah luar cincin aromatik sangat kuat terperisai dan
menyerap jauh ke bawah-medan dibandingkan kebanyakan proton, biasanya lebih
dari 7 ppm.
Benzena dengan dua gugus substituen diberi nama dengan awalan: orto– (o–),
meta– (m–), dan para– (p–). rto– diterapkan terhadap substituen berdampingan
(posisi 1 dan 2), meta– untuk posisi 1 dan 3, dan para– untuk substituen dengan
posisi 1 dan 4.
Jika gugus substituen sebanyak tiga atau lebih, penataan nama
menggunakan penomoran dan ditulis secara alfabet. Nomor terkecil diberikan
kepada gugus fungsional (alkohol, aldehida, atau karboksilat) atau gugus dengan
nomor paling kecil.
Sedangkan jika terdapat tiga substituen atau lebih pada cincin benzena,
maka sistem o, m, p tidak dapat diterapkan lagi dan hanya dapat dinyatakan
dengan angka.
Semua senyawa aromatis
berdasarkan benzen, C6H6, yang memiliki enam karbon. Setiap
sudut dari segienam memiliki atom karbon yang terikat dengan hidrogen.
Reaksi Substitusi dari Senyawa
Aromatik Elektrofilik
Benzena tidak memberikan reaksi adisi seperti pada alkena, tetapi biasanya
reaksi substitusi. Dalam persamaan berikut, suatu atom Br telah menggantikan
atom H dari cincin sehingga namanya reaksi substitusi. Oleh karena substitusi
ini terjadi pada cincin aromatik, reaksinya disebut suatu reaksi substitusi
aromatik.
Mekanisme reaksi substitusi
aromatik dimulai dengan serangan oleh elektrofil pada elektron π dari cincin
benzena. Oleh karena itu, reaksi ini disebut reaksi substitusi elektrofil.
Semua reaksi substitusi aromatik elektrofil berjalan dengan mekanisme yang
sama, biasanya ditulis dengan tanda E+ untuk menandakan elektrofil. Dalam
mekanisme ini kita memakai rumus bangun Kekule untuk benzena agar kita dapat
menelurusi elektron π.
Dalam tahap pertama, sepasang elektron π dari awan aromatik π diberikan untuk
membentuk ikatan sigma dengan E+. Tahap ini menyebabkan atom karbob yang
berdekatan dalam cincin dikelilingi hanya oleh enam elektron, kerbon ini
membawa muatan positif.
materi yang anda berikan sudah sangat baik, namun ada baiknya anda menyertakan gambar dan contoh agar lebih mudah dipahami. terimakasih
BalasHapusBagaimana cara kita mengetahui suatu senyawa aromatik?
BalasHapusBisakah anda memberikan contoh senyawa benzena yang di beri nama orto, meta dan para?
BalasHapussaya masih kurang mengerti dengan postingan yang anda buat
BalasHapus